Category Archives: Pengumuman

Penggunaan File Spreadsheet (Excel) Untuk Memasukkan Data SLHD 2014

Mulai tahun 2014, pengelolaan data dalam rangka penyusunan Laporan SLHD 2014 melalui modular tematik SLHD pada aplikasi SILH. Salah satu pekerjaan yang menjadi bagian dari pengelolaan data adalah entry data  ke dalam modular tematik. Dalam memasukkan data SLHD ke aplikasi, terdapat dua cara, yaitu :

1. entry data secara online melalui form dalam aplikasi modular tematik;

2. entry data melalui spreadsheet yang telah disediakan.

Entry data melalui spreadsheet adalah cara mudah memasukkan data SLHD, karena cukup menggunakan aplikasi perkantoran yang memang digunakan sehari-hari sehingga pengisian datanya tidak membutuhkan koneksi internet. Koneksi internet hanya dibutuhkan pada saat mengunggah file ke dalam aplikasi.

Berikut adalah sekumpulan file spreadsheet yang bisa langsung digunakan untuk memasukkan data SLHD 2014.

1. Spreadsheet Tabel SLHD Propinsi

2. Spreadsheet Tabel SLHD KabKota.

Mengenai petunjuk dan tata cara penggunaannya silahkan mengunduh file-file di bawah ini.

1. pengelolaan_data_slhd_dgn_modular_tematik ;

2. [SILHD] Panduan Regional Setting.

 

 

Materi Bimbingan Teknis Sistem Informasi Lingkungan Hidup

Bimbingan teknis pemanfaatan Sistem Informasi Lingkungan Hidup (SILH) telah dilaksanakan di beberapa daerah di Indonesia. Materi yang diberikan lebih difokuskan pada pemanfaatan Aplikasi Modular Tematik dalam penyusunan buku data Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) dan publikasi informasi melalui website SILH. Sebagai panduan dalam mengelola data dan publikasi informasi , Materi bimbingan teknis tersebut bisa diunduh (didownload) pada tautan-tautan dibawah ini.

1. Pengelolaan_data_SLHD_dgn_modular_tematik

2. [SILHD] Panduan Regional Setting

3. Pengelolaan_Website_SILHD

4. Pedoman Penyusunan SLHD 2014

Tim Penyelenggara SILH Daerah

AliranSILHD

Tim Penyelenggara Sistem Informasi Lingkungan Hidup Daerah (SILHD) terdiri dari:

1. Penanggungjawab penyelenggaraan SILH dengan fungsi:

a. penjaminan kualitas data;
b. memfasilitasi aliran data melalui SILH;
c. penyebarluasan, kompilasi dan berbagi secara elektronik;
d. penyebarluasan melalui pelaporan SLHD.

2. Administrator SILH dengan fungsi melaksanakan semua tugas operasional yang melekat pada penanggungjawab penyelenggara SILH.

3. Para pejabat/staf bidang teknis dengan fungsi:

a. penyediaan data lingkungan hidup (baik melalui survei maupun kompilasi produk administrasi) dan kontrol kualitas;
b. menyimpan data mikro yang terkait dengan substansi di masing-masing bidang;
c. mengolah data mikro menjadi statistik sektoral lingkungan hidup;
d. penetapan klasifikasi berbagi sesuai UU no. 14 tahun 2008;
e. dukungan analisis.

 

Dalam penetapan tim penyelenggara SILH terdapat beberapa ketentuan, sebagai berikut:

1. Pegawai negeri sipil yang ditetapkan berdasarkan SK pindah ke instansi yang lain, maka kepala instansi pengelola lingkungan hidup segera menetapkan SK yang baru.

2. Khusus bagi administrator yang telah ditetapkan berdasarkan SK pindah ke instansi yang lain, maka kepala instansi pengelola lingkungan hidup segera menyampaikan perubahan nama administrator kepada Deputi Pembinaan Sarana Teknis Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas Kementerian Lingkungan Hidup up. Asisten Deputi Data dan Informasi.

Penyelenggaraan SILH Daerah

Pra-pascaSILHSesuai Pasal 62 ayat (1) sampai dengan ayat (3) Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Pemerintah Daerah menyelenggarakan Sistem Informasi Lingkungan Hidup (SILH) yang memuat antara lain Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD). Tujuan penyelenggaraan SILHD adalah untuk mendukung pelaksanaan kebijakan dan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Penjelasan mengenai penyelenggaraan SILHD adalah sebagai berikut :

1) SILH merupakan cara baru mengelola data dan informasi lingkungan hidup sebagai keterkaitan antara komponen-komponen yang terpadu dan terkoordinasi dengan memanfaatkan teknologi informasi dan digunakan untuk pelaksanaan kebijakan dan pengambilan keputusan. Intinya budaya elektronik yang terkoordinasi dan terpadu dalam pengolahan data dan informasi lingkungan

2) SLHD sebagai salah satu muatan SILH akan dikembangkan menggunakan prinsip pada poin satu diatas. Untuk itu secara bertahap akan dilakukan perubahan-perubahan dalam menyusun SLHD. Beberapa hal yang mendasari perubahan isi SLHD adalah:

a) Ditetapkannya Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) sebagai indikator kinerja pengelolaan lingkungan hidup berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah 2015 (Perpres No. 43 tahun 2014 tentang Rencana Kerja Pemerintah 2015).

b) Adanya pengembangan instrumen-instrumen lingkungan hidup yang menuntut disesuaikannya tabel-tabel dalam laporan SLHD.

c) Penyusunan SLHD akan terintegrasi dengan pengelolaan data mikro yang terstandarisasi secara nasional dan berada di masing-masing bidang pada instansi pengelola lingkungan hidup daerah.

d) SLHD akan disusun dengan memanfaatkan aplikasi modular tematik dalam SILH untuk mengelola data secara elektronik.

3) Perubahan tersebut akan diimplementasikan pada tahun 2015, sedangkan penyusunan SLHD 2014 menggunakan pedoman SLHD 2013 yang disempurnakan. Penyempurnaan pada tabel hanya berupa penyesuaian terhadap tabel-tabel yang format penambahan datanya semula ke kanan menjadi ke bawah. (SD-14, SD-15, SD-16, SD-17, SD-18). Pedoman Penyusunan SLHD 2013 yang disempurnakan tersebut dapat diunduh secara elektronik pada http://datin.menlh.go.id/slhd.

4) Dalam menyusun SLHD 2014, data dikelola melalui modular tematik SLHD pada aplikasi SILH. Data SLHD 2014 tersebut diunggah ke dalam modular tematik SLHD dan kemudian dicetak melalui modular tematik SLHD.

5) Mulai tahun 2014 Kementerian Lingkungan Hidup memfasilitasi prasarana untuk instansi pengelola lingkungan hidup daerah dalam menyelenggarakan sistem lnformasi lingkungan hidup daerah (SILHD). Prasarana yang dapat dimanfaatkan tersebut, antara lain:

a) Fasilitas hosting dan website untuk penyebarluasan data dan informasi secara elektronik.

b) Aplikasi yang berfungsi untuk penyimpanan dan berbagi data dalam pelaksanaan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di daerah. (aplikasi modular tematik)

c) Aplikasi helpdesk yang berfungsi menunjang poin a dan poin b diatas.

6) Dalam menyelenggarakan SILHD dengan memanfaatkan aplikasi SILH tersebut instansi pengelola lingkungan hidup daerah dapat menyampaikan surat permohonan kepada Deputi Pembinaan Sarana Teknis Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas up. Asdep Data dan Informasi Lingkungan mengenai pemanfaatan aplikasi SILH dan menunjuk tim penyelenggara SILH di masing-masing instansi. SK tim penyelenggara SILH tersebut dilampirkan pada surat permohonan. SK tim penyelenggara tersebut sekurang-kurangnya berisi pejabat sebagai koordinator penyelenggara SILH daerah, administrator aplikasi SILHD, dan pejabat/staf bidang teknis. Penjelasan yang lebih rinci mengenai tim, tugas dan tanggungjawab bisa dilihat pada halaman Tim Penyelenggara SILH.

7) Pelaksanaan pemanfaatan aplikasi SILH tersebut mengacu kepada modul penggunaan aplikasi dan audio visual penggunaan aplikasi yang terdapat di portal SILH (http://silh.menlh.go.id)

TOT Admin SILH

Zemanta Related Posts Thumbnail

Pelatihan untuk Administrator SILH ini dilaksanakan di Jakarta, 6 dan 7 Februari 2014. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada Administrator SILH agar dapat mengelola Portal SILH di kemudian hari. Pelatihan ini di laksanakan dengan metode Learning by Doing.

Kerangka Acuan Kerja – Sistem Informasi Lingkungan Hidup (SILHD)

BLHMuaraEnim

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) menyebutkan bahwa Pemerintah dan pemerintah daerah harus mengembangkan sistem informasi lingkungan hidup dalam mendukung pelaksanaan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Juga disebutkan bahwa sistem informasi lingkungan paling sedikit memuat informasi yang salah satunya adalah status lingkungan hidup. Status Lingkungan Hidup (SLH) artinya merupakan bagian dari Sistem Informasi Lingkungan Hidup (SILH).

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), selain telah melaporkan Status Lingkungan Hidup Indonesia (SLHI) setiap tahunnya. Selain itu, sejak tahun 2002, KLH telah mendorong pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk mengembangkan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD). SLHD merupakan laporan tahunan dari pemerintah daerah kepada publik yang mengambarkan kondisi dan pengelolaan lingkungan hidup di masing-masing daerah.

Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) terdiri dari buku data dan buku analisis. Buku data merupakan kumpulan data yang dalam tabel-tabel yang mencerminkan kondisi, tekanan dan status lingkungan hidup di daerah masing-masing. Sedangkan buku analisis, berupa buku laporan yang menganalisis keterkaitan dari kondisi, status dan respon lingkungan hidup. Data SLHD merupakan data pada tahun berjalan yang dilaporkan pada awal tahun berikutnya.